Perjalanan Hidup Empat Khalifah Rasul Yang Agung

Dalam buku ini pembaca dapat membaca sejarah Khulafa’ur Rasyidin dan dapat menyaksikan masa-masa keemasan Islam yang disajikan secara apik oleh Dr. Muhammad bin Shamil as-Sulami

Rp.150 ribu
Tidak Termasuk Ongkos Kirim (kecuali produk yg tertera free ongkir, lihat deskripsi!)
Status Stok: Tanyakan*

Order/Info: [*Chat WA*]


Membaca dan mempelajari sejarah atau perjalanan hidup Rasulullah dan para sahabat , khususnya empat khalifah Nabi merupakan hal yang sangat penting dan mendasar bagi setiap muslim. Karena pada diri merakalah tercermin pelaksanaan ajaran Agama Islam yang baik dan benar. Dengan membaca perjalanan hidup mereka, kita mengetahui bahwa seperti merekalah seharusnya seorang muslim beriman dan berislam. Tidak ada keraguan, bahwa para sahabat Nabi, khususnya empat khalifah yang agung, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali , atau yang dikenal dengan istilah Khulafaurrasyidin, adalah orang-orang pilihan yang hebat; orang-orang yang paling utama setelah Nabi . Dimana, pada pribadi mereka terpatri, sikap takwa, zuhud, wara’, disiplin, kegigihan dalam berpegang kepada kebenaran, juga pengorbanan, pengabdian, ibadah, ilmu dan keberanian dan berbagai keteladanan lainnya.


Salah satu kitab rujukan sejarah dan biografi terbaik untuk dipelajari adalah kitab al-Bidayah wa an-Nihayah, karya monumental dari ulama besar, al-Hafizh Ibnu Katsir . Kitab ini, di samping disebut sebagai kitab musnad, yakni setiap kejadian di dalam diriwayatkan dengan sanadnya, juga karena penulisnya adalah seorang ulama besar yang menguasai banyak disiplin ilmu; tafsir, hadits dan bahkan sejarah. Tafsir beliau, yaitu Tafsir Ibnu Katsir adalah bukti bahwa beliau memang ahli dalam disiplin ilmu tafsir dan penguasaan beliau yang luar biasa dalam ilmu hadits mengantarkan beliau sebagai salah seorang ulama yang digelari al-Hafzih oleh para ulama lainnya.


Karena begitu pentingnya mengkaji kitab al-Bidayah ini, terutama yang terkait dengan biografi empat khalifah Nabi , maka seorang ulama, Dr. Muhammad as-Sulami mengintisarikannya lalu menyusun ulang isinya,

sehingga menjadi mudah, urut dan sejalan dengan metologi penulisan sejarah yang modern. Dan karena itu, buku ini menjadi enak dibaca dan dikaji oleh semua kalangan, baik akademisi maupun pemula.

Usaha yang dilakukan oleh penyusun tidak hanya mengintisarikan dan menyusun ulang kitab al bidayah wa nihaya, akan tetapi juga mentakhrij riwayat yang ada berdasarkan kitab-kitab rujukan lain yang bahkan lebih penting, seperti Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, serta rujukan-rujukan penting lainnya, yang dengan demikian riwayat yang kita kaji bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.


Di samping membuang sanad riwayat, Dr. Muhammad as-Sulami juga membuang riwayat-riwayat yang palsu dan tidak bisa dijadikan pegangan. Ini adalah suatu yang sangat penting, karena salah satu yang membedakan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan Ahlul bid’ah adalah bahwa Ahlus Sunnah wal Jama’ah lebih teliti dan hati-hati dalam mengambil dalil dan memilah antara yang tsabit dengan yang dha’if.

Karena itu, siapa yang ingin mengkaji tentang empat khalifah Nabi berdasarkan riwayat dan sumber yang autentik sekaligus mudah dipahami, maka buku ini adalah pilihan yang tepat, insya` Allah.

Sebagaimana yang dikatakan oleh penyusun, bahwa buku ini beliau susun berdasarkan sistematika tematik, lalu merangkainya antara satu tema dengan tema yang lain, antara satu sub dengan sub yang lain, disertai dengan imbuhan judul untuk setiap tema dan sub, sehingga menjelma menjadi narasi ilmiah yang utuh, padu dan urut.

Dengan demikian, berbagai peristiwa dalam kurun waktu yang penuh berkah kala itu, tersaji secara urut dan terpetakan dengan baik, dengan sajian yang urut dan padu serta mudah, tetapi tetap ilmiah dan autentik.


Untuk mencoba menggambarkan pentingnya fakta dan ibrah sejarah yang tersaji dalam buku ini, kami ingin merangkaikan sebagian darinya. Dalam Biografi Abu Bakar ash-Shiddiq misalnya, di dalamnya memuat tema-tema penting yang diletakkan dalam lima bagian berikut:


Bagian pertama, membahas tentang nama dan nasab Abu Bakar, berikut ciri-ciri fiisik, istri-istri, putra-putri, jasa-jasa, contoh-contoh keteladanan, orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan beliau, dan berbagai hal di sekitaran keluarga dalam harian-harian beliau, hingga beliau wafat.


Bagian kedua: Pembai’atan Abu Bakar sebagai Khalifah

Dibagian ini, buku ini menguraikan begitu banyak tema penting, yang di antaranya: khutbah Rasulullah yang terakhir, lima hari menjelang beliau wafat; perintah Rasulullah agar Abu Bakar menjadi imam bagi para sahabat saat beliau sakit, bahkan Rasulullah sendiri pernah berusaha ikut shalat bermakmum kepada Abu Bakar, dan ini adalah salah satu isyarat bahwa yang harus menjadi khalifah yang memimpin kaum Muslimin setelah beliau tiada adalah sahabat beliau yang paling beliau cintai itu, sekaligus mertua beliau, Abu Bakar ash-Shiddiq .

Berikutnya, para sahabat terguncang hebat dengan wafatnya Rasulullah , dan karena begitu petingnya masalah kepemimpinan bagi kaum Muslimin,


mereka langsung memberikannya perhatian dengan seksama. Lalu Abu Bakar pun dibai’at oleh kaum Muslimin di Saqifah Bani Sa’idah. Dan di sana Abu Bakar menyampaikan pidato pertama pelantikannya sebagai khalifah. Kaum Muslimin kala itu semuanya sepakat membai’at Abu Bakar, tak terkecuali Ali bin Abi Thalib . Maka di samping adanya sejumlah nash yang jelas menunjukkan bahwa Nabi memang memerintahkan kaum Muslimin untuk memilih Abu Bakar sebagai khalifah, para sahabat juga ijma’ tentang itu. Karena itu, fakta ini adalah hujjah yang tak terbantahkan, bahwa Abu Bakar adalah khalifah Rasulullah dan pemimpin umat islam setelah Nabi wafat, secara syar’i dan aqli.


Setelah menguraikan masalah ini secara rinci berdasarkan urutan peristiwanya, buku ini kemudian melakukan bantahan-bantahan ilmiah terhadap berbagai syubhat Syi’ah yang menggugat kekhalifahan Abu Bakar , bahkan juga bantahan-bantahan terhadap para tukang dongeng yang selama ini ikut merusak gambaran sejarah islam yang agung dan indah, yang di antaranya adalah tentang sikap Ali dan Fatimah, putri Nabi , terhadap khalifah Abu Bakar, terkait warisan Nabi .


Yang jelas, dalam kurun waktu cukup pendek ini, begitu banyak peristiwa penting yang terjadi, yang kemudian memunculkan begitu banyak masalah kasus ilmiah, dan buku ini menguraikannya dengan sangat baik. Di sinilah muncul keunggulan buku ini, karena sekalipun ia berbicara tentang biografi empat khalifah, tetapi juga membantah dan menyingkap begitu banyak syubhat yang kekisruhan sejarah yang terjadi di sana.


Bagian ketiga: Penumpasan Gerakan Murtad dan Pemberontakan

Setelah wafatnya Rasulullah dan tidak lama berselang dibai’atnya Abu Bakar sebagai khalifah, muncul badai hebat dalam khalifahan islam yang baru itu. Di antaranya, munculnya gerakan yang melepaskan diri dari kekhalifahan kaum Muslimin, lalu gerakan orang-orang yang menolak membayar zakat, kemudian muncul pula sejumlah pendusta yang mengaku sebagai nabi, bahkan banyak orang-orang yang sebelumnya merupakan jama’ah kaum Muslimin kemudian mutrad dari islam. Uniknya, semua badai fitnah itu muncul hampir bersamaan, bahkan sejarah mencatat bahwa hanya Madinah dan Tha`if yang tetap teguh di atas bai’at mereka kepada kekhalifahan kaum Muslimin, bahkan Makkah pun ikut terguncang, dan suara orang-orang yang ada di makkah terpecah, sekalipun kemudian menjadi salah satu daerah yang tetap memelihara bai’at mereka. Kita dapat membayangkan betapa hebatnya fitnah dan badai prahara yang dihadapi khalifah Abu Bakar dan para sahabat kala itu.


Maka dalam pada itulah, terjadi berbagai pertempuran hebat hampir bersamaan di berbagai tempat, yang merupakan gambaran hebatnya hiruk pikuk petaka dan fitnah saat itu.

Di situlah terbukti, bahwa Abu Bakar memang seorang laki-laki yang hebat, karena di tengah medan sejarah yang begitu genting seperti itulah kualitas seorang laki-laki teruji dengan sebenarnya, di mana beliau bertindak mengatasi tumpukan masalah yang tampak semrawut dengan langkah-langkah dan kebijakan-kebijakan yang sangat efektif, sehingga benar-benar membuahkan hasil gemilang.

Dan benar, tidak lama berselang, khalifah Abu Bakar mampu mengembalikan ketentraman dan ketenangan kehidupan kaum Muslimin,

kesatuan dan kedamaian di dalam beribadah kepada Allah Ta’ala, yang juga membuktikan bahwa Abu Bakar memang seorang laki-laki yang utama dengan segala maknanya. Dan dalam buku ini Anda dapat menikmati unggulnya karakteristik yang dimiliki oleh sahabat besar yang satu ini.


Bagian ke empat: Penaklukan di negeri Irak periode pertama

Di sini, khalifah Abu Bakar mengirim panglima hebat, Khalid bin al-Walid untuk membuka negeri irak dari satu wilayah ke wilayah lain. Semua rincinnya dapat Anda kaji secara baik di dalam buku ini.

Bagian Ke lima: Penaklukan di negeri syam periode pertama

Setelah mayoritas daerah irak tunduk di bawah kekhalifahan Islam, khalifah Abu Bakar kemudian mengalihkan panglima Khalid bersama pasukannya untuk membuka negeri Syam, menghadapi pasukan Kekaisaran Bizantium, Romawi Timur, yang bercokol di sana kala itu.


Di bagian ini, Anda dapat mengkaji rangkaian kisah dan sejarah paling menggetarkan bagi Romawi khususnya dan semua musuh Islam pada umumnya. Di sini tergambar rangkaian peperangan yang hebat antara para penyembah dunia dengan hamba-hamba Allah yang berjihad demi meninggikan kalimat Allah di muka bumi. Di sana juga terukir kepahlawanan para pendekar Islam dalam merebut negeri-negeri Allah yang hanya layak dikuasai dan dikelola orang-orang Mukmin.


PENUTUP

Pelajaran paling penting dari mengkaji sejarah hidup dan biografi orang-orang mulia adalah mengetahui sifat-sifat yang mulia pada diri mereka, yang dengan sikap dan tindakan mereka itu, mereka menghadapi peristiwa dan masalah sehingga menjadi kebenaran dan juga mendatangkan kebaikan bagi dunia.

Dan ini tercermin dari perjalanan hidup empat khalifah Nabi yang disajikan dalam buku kita ini. Dari biografi dan perjalanan hidup masing-masing mereka, kita akan mendapatkan begitu banyak berkah dan pelajaran berharga. Disamping semua peristiwa penting sejak menjelang Rasulullah wafat hingga khalifah Ali bin Abi Thalib, terurai dengan bagus, kita juga akan mendapatkan begitu banyak prestasi gemilang mereka yang akan tetap tertulis dengan tinta emas dalam benak sejarah.


Cobalah perhatikan dengan seksama:

Pertama: sejak kekhalifahan Abu Bakar, pembukuan al-Qur`an diselesaikan dengan baik.

Kedua: Ke empat khlifah yang agung ini, telah membuktikan bahwa Islam memiliki konsep terbaik dalam mengelola negara yang tegak di atas al-Qur`an dan as-Sunnah, sehingga mengelola negara tentu saja menjadi ibadah bagi mereka. Dan ini juga bantahan telak terhadap pihak-pihak yang selama ini menuding islam tidak memiliki sistem politik.

Ketiga: begitu juga di zaman mereka sistem ekonomi terealisasi dengan harmonis dan membawa kebaikan bagi semua orang; di mana tidak ada sistem ribawi dan semua konsep yang merusak keadilan sosial, dan tidak ada konsep batil yang menjadi instrumen sistem; sekalipun dalam skala perseorangan mungkin ada saja yang melanggar dan sebagainya.

Ke empat: begitu juga Akhlak dan adab di tengah masyarat, semua tertata dengan baik sesuai dengan apa-apa yang dikehendaki Allah Ta’ala

Ke lima: Yang paling penting dari semua itu adalah menegakkan hujjah kepada umat manusia, dengan menyebarkan islam dan membuka negeri-negeri yang luas dalam rangka membebaskan manusia dari penghambaan kepada makhluk menuju penghambaan hanya kepada Tuhannya makhluk, Allah Ta’ala. Dalam buku ini tergambar jelas bagaimana kaum Muslimin bertebaran di muka bumi ini untuk menyampaikan risalah Allah

Dan ini hanya sebagian kecil dari prestasi-prestasi gemilang tersebut, yang bisa kami sebutkan di sini.

Nah, inilah di antara keungulan buku ini, yaitu munculnya karakteristik-karakteristik yang unggul dari setiap peribadi mereka, sehingga menjadi motivasi bagi kita untuk meneladani mereka.

Ini sangat penting dan seringkali kita lupa ketika membaca sejarah, padahal ketika Allah mengisahkan tentang para Nabi di dalam al-Qur`an, Allah berfirman,


“Sungguh dalam kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang berakal.”


Dan buku ini menyajikan hamparan mutiara hikmah yang luas dari perjalanan hidup empat orang yang disepakati oleh kaum Muslimin sebagai peribadi-pribadi yang paling utama setelah Rasulullah , dengan begitu indahnya pelajaran-pe;ajaran dari masing-masing empat khalifah Rasul yang agung sampai kepada kita.

Ya Allah, kumpulkanlah kami di dalam surgaMu bersama Nabi kami dan bersama empat khalifah RasulMu yang engkau ridhai. Sesungguhnya Engkau Maha mengabulkan doa. Amin

Judul Asli: Tartib wa Tahdzib Kitab al-Bidayah wan Nihayah
Diintisarikan dari kitab al-Bidayah wa Nihayah, karya Ibnu Katsir
Judul Edisi Terjemah: Perjalanan Hidup Empat Khalifah Rasul Yang Agung; Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali plus Hasan bin Ali.
Penulis: Dr. Muhammad bin Shamil as-Sulami
Jumlah Hlm.: xlii + 736 hlm.
Ukuran buku: 16 x 24,5 cm.
Dengan menggunakan layanan kami, Antum menyetujui segala aturan dan syarat pembelian